THE ELECTION SYNDROME

iseng-iseng setelah nyoblos kemarin, gue terusik oleh omongan-omongan temen-temen di path yang banyak mencibir kebijakan Ibu Megawati semasa pemerintahannya 2001-2004 yaitu yang menjual aset-aset negara. apaan sih itu?? syit gue ga tau apa-apaan tentang cerita itu, dan gue merasa gagal menjadi seorang warga negara yang baik *pweehh*, hahaa. mmm btw what the hell you doin back at that time?? hah? 2001-2004 boro-boro gue ngarti Partai *sekarang juga padahal ga ngerti, HAHA* jaman segitu gue lagi terperangkap dalam masa puber *ceileh!. mana ada gue merhatiin kondisi negri ini, mana gue tau kalo Bu Mega abis jualan kapal-kapal perang kita, beberapa BUMN-BUMN, jual Gas Tangguh dengan harga murah ke China. , terus mereka kok kaya seakan tau banget, syit! ada ya satu biji temen gue cowo entah dia dendam kesumat apa sama Bu Mega, kayanya setiap postingan dia isinya cibiran buat partai moncong putih itu. graaaauukk! pengen gue jitak ni orang. sorry gue bukan simpatisan partai mana pun, tapi gue ga pernah sok kritis dan mencibir seonggok partai sampe segitunya, sebenernya intinya gue ga rela aja doi lebih ngerti sejarah daripada gue hahahaa!

oke lanjut dari ke-kepo-an dan sebel liat temen yang notabene persis seumuran gue tapi mencibir-cibir sejarah yang gue gatau. jadilah gue browsing-browsing tentang itu semua, dan GOD! gue menemukan sesuatu yang luar biasa. rasanya pengen gue sumpel aja nih mulut temen gue yang sok tau dan sok kritis ini pake underwear orang gila yang ga pernah diganti 3 tahun. Hah! oke jadi inilah cerita selengkapnya alasan mengapa beliau melakukan hal-hal itu yang dianggap oleh rivalnya adalah sebuah senjata andalan yang bisa diledakkan kapanpun untuk membuat rakyat negri ini menjauhinya. padahal hal itu adalah hal yang hanya bisa dilakukan oleh seseorang yang sangat cerdas dan tidak ingin terus dibodohi Amerika.

cekidot, sumber sumber lagi lagi

 


 


 

Saya akui sebagai seorang yang berbibir tipis ketika mencerca habis habisan kebijakan Megawati Soekarnoputri dalam masa pemerintahannya yang singkat pada 2001–2004. Saya hanya mendengar dari ujung, tapi mengabaikan sumber berita dari pangkalnya. Seperti kebiasaan kita, hanya menghakimi dari yang terlihat sekilas tapi mengabaikan yang alasan dibalik yang terpampang.

Tidak seperti ayahnya, orator ulung yang oleh Eropa disamakan dengan Julius Caesar atau Benito Mussolini dalam hal pidato, Mega terlihat membosankan dalam berbicara. Atau lebih buruk lagi, kaku. Demikian pula soal kebijakannya yang kontroversial seputar penjualan Indosat dan Gas murah ke China dari ladang Tangguh.

Walaupun banjir kritik dan hujatan silih berganti menghampirinya, saya lupa satu hal….dia tidak pernah membela diri. Ketika kebijakannya itu menjauhkannya dari kesempatan terpilih lagi jadi presiden 2004 dan 2009, dia tidak juga membela diri. Hanya partainya PDIP yang mendukung kebijakannya dan berusaha menjawab tudingan yang brutal itu.

Kita mungkin berpikir bahwa Megawati tidak bisa berpikir untuk menjawab secara komprehensif terkait keputusannya. Atau dia mungkin hanya bisa tandatangan sesuai permintaan dari para menterinya. Sampai tuduhan soal pembisik, disetir dll ( seperti juga dialamatkan pada Gusdur) seolah benar dijaman Megawati.

Sampai baru baru ini dia bersuara, karena sepertinya tidak ingin 3Kali pemilu isu lama diputar ulang. Atau mungkin dia tidak ingin kesempatan partainya bersama Jokowi terusik karena kebijakannya diwaktu lampau. Melalui akunnya di twitter, dia menjawab seputar yang dipermasalahkan Fachri Hamzah, dkk.

Setelah mengambil sumpah jadi presiden menggantikan Abdurrahman “Gus Dur” Wahid yang dilengserkan poros tengah, pendukungnya sendiri. Megawati mewarisi kekosongan anggaran untuk APBN, utang luar negeri termasuk tenggat pembayaran pada International Monetary Fund (IMF).

Ini masih ditambah lagi dengan peralatan militer seperti jet tempur dan kapal perang yang tidak bisa dipakai. Embargo senjata oleh AS karena krisis Santa Cruz di Dili oleh militer jaman Habibie. Ketidakmampuan TNI karena embargo ini dibarengi kegiatan Kapal Induk AS di laut Jawa dan Selat Timor mengusik harga dirinya.

Harga diri yang kedaulatannya dipasung krisis dan embaro membuatnya harus bertindak sebagai pemimpin. Dia tidak mau menerima tawaran utang dari AS yang syaratnya aneh aneh. Membalas manuver kapal induk AS ini, Megawati memutuskan melepas aset berharga seperti Indosat dan saham BUMN lain.

Setelah mendapat uang untuk mengisis APBNnya, pemerintah membayar utang ke IMF, dan membeli senjata baru dari Rusia dan Polandia seperti Sukhoi dan helikopter. Membangun pemukiman bagi tentara dan memperbaiki sistem alutsista yang mengembalikan kepercayaan diri TNI.

Pada saat bersamaan pemeritahannya melakukan diplomasi mawar dengan menintensifkan hubungan dengan Rusia, China Korea Utara dan Eropa Timur. Hal ini untuk mengirim pesan yang jelas dan tegas kepada AS agar menjauh dari teritorial Indonesia dan menarik kapal perangnya dari laut Jawa. Karena Indonesia bisa bergabung kapansaja untuk mengisolasi AS dari keangkuhannya.

Sumber keuangan lain saat itu adalah Gas dari Tangguh yang sayangnya hanya China yang potensial sebagai pembeli. Bersaing dengan Rusia, Indonesia tidak punya banyak pilihan selain menawarkan harga murah karena terdesak krisis ekonomi yang parah.

Namun syarat harga murah itu bukan hal ringan bagi China, sebab mereka harus membantu pembuatan jalan ke desa desa dan beberapa megaproyek seperti jembatan dan bandara. Harga harus direnegoisasi setiap lima tahun setelah delapan tahun awal kontrak berjalan.

Syarat yang menyentuh saya, yang buat terharu adalah bahwa China juga harus membantu 1.2 juta rakyat Korea Utara yang kelaparan.

Setelah membaca semua kicauan “kultwit” beliau, saya mendapati pikiran saya terbuka lebar. Bahwa mungkin saya memang tidak punya kapasitas memimpin sedikitpun dibanding yanh dilakukan dan dialami olehnya. Saya ikut merasakan dilema yang hanya orang bijak yang sanggup membuat keputusan demikian brillian.

Mungkin bukan keputusan yang baik, namun kebijakan itu telah mengangkat moral berbagai pihak didalam negeri sebanyak kita yang mencacinya dahulu. Kita mencerca tanpa solusi alternatif sedikitpun. Tapi Megawati telah membawa kita pada pada keputusan yang masuk akal dengan kondisi ketika itu. Yang sepantasnya diberi pujian meski tidak populis seperti BLT misalnya.

Dan satu lagi yang saya dapatkan, bahwa Megawati mungkin seorang komunikator yang buruk, tapi dia bukan pembuat keputusan yang buruk. Dia cerdas dan cerdik mengatasi Amerika dan tahu cara mengisi pundi pundi negara tanpa menambah utang.

Begitulah… sekian lama, seseorang baru bisa dipahami. Dan akun Fachri Hamzah pun terdiam…

 


 


HAH! makanya yah jangan sok-sokan kritis dan membenci sesuatu hal yang kalian tidak ketahui kebenerannya. mulai sekarang pun gue akan berusaha tidak menjadi seperti temen gue yang pengen gue sumpel pake underwear orang gila itu!

dan ada satu lagi, yang bikin merinding, yaitu komentar dari Pak JK, tentang berita miring soal rekannya tersebut.

cekibrot!



 

Penjulan aset oleh pemerintah di bawah kepemimpinan Megawati
Soekarnoputri yang sekarang diributkan musuh musuh jokowi, kalau di lihat dengan perspektif yang jujur sebenarnya bukanlah masalah,
Karena langkah itu diambil untuk menutupi APBN.
Krisis moneter adalah akibat dari pemerintahan golkar dijaman ordebaru yang salah mengurus ekonomi negara, saat Negara mendekati bangkrut, IMf masuk dan memaksa suharto ( yang dibanggakan Aburizal bakri ) “menggadaikan republik” ini ke tangan Bank Dunia.
Pertumbuhan ekonomi yang tinggi tanpa ditopang fundamental ekonomi yang kuat, ternyata rentan menghadapi krisis moneter yang menerpa asia, tingginya nilai tukar dollar Amerika menginjak injak nilai tukar rupiah ke titik terendah ( 1US = Rp. 25.000 ), inflasi tinggi, kewajiban pembayaran hutang luar negeri melonjak drastis , cadangan devisa terkuras habis, negara hampir tidak ada dana untuk membayar gaji pegawai negeri dan untuk pembangunan infrastruktur dalam negeri, tidak ada jalan lain selain meminta dana hutang ke IMF walau dengan syarat syarat yang sangat menginjak harga diri bangsa, hutang dan hutang yang terus menerus dalam jangka pendek membuat Negara ini ” lebih besar pasak daripada tiang ” sehingga memaksa Suharto lengser ke prabon.
.
Saat megawati berkuasa. Jatuh tempo pembayaran hutang jaman suharto (golkar)benar benar membuat cadangan devisa hampir nol, APBN tidak ada dana untuk operasional negara ,hutang harus dibayar aga tidak di cap sebagai negara pengemplang hutang,
Memang tidak ada yang
suka dengan kebijakan Mega itu,
meski tidak semua aset dijual.
Tapi itulah seorang pemimpin,harus tetap membuat keputusan yang pahit untuk menyelamatkan negara Meski kebijakan itu tidak populer dan hanya itu satu-satunya jalan untuk menutupi utang.Tidak ada yang setuju dengan
penjualan aset tersebut, namun
dengan cara penjualan aset tersebut
salah satu jalan keluarnya. Karena
Indonesia dililit utang yang besar
Peninggalan orde baru nya golkar.
“Itu efek dari akibat terlalu banyak
utang, hingga kita tidak bisa lagi
bergerak tanpa menjual aset-aset
yang ada untuk menutupi APBN.kalau tidak , pemerintahan akan shutdown, jadi sangat jelas semuanya akibat krisis, bukan karena ingin menjual untuk kepentingan ibu mega tapi akibat krisis moneter jaman pemerintahan suharto,.Jadi jangan bodohi rakyat indonesia ini dengan argumen ” megawati penjual aset negara “.
Apalagi dengan dibumbui bahwa suharto dengan golkar nya adalah ” jaman ke emasan indonesia dengan pemeo ” penak jaman ku toh ! “.

Pendapat yang jernih justru disampaikan oleh petinggi partai saingan pdip,Jusuf Kalla, beliau mengibaratkan penjualan aset tersebut seperti keluarga yang
sedang mengalami kesulitan keuangan.
“Katakanlah keluarga yang mengalamii krisis ekonomi maka dia berutang,
kalau tidak bisa lagi berutang
terpaksa menjual sesuatu,” .
kata JK di Gedung MUI, Jakarta Pusat,
Kamis (3/4/2014).

” Kebencianmu pada suatu kaum , janganlah menghalangimu berbuat adil pada kaum tersebut ” Sabda Rasulullah
jadi jangan karena saingan di pemilu, kita tidak adil dengan menyampaikan sepotong fakta sejarah tanpa penjelasan yang sebenarnya, sehingga menjadi suatu kampanye negatif.

sumber

 



 

 

hah, begitulah ya dunia ini emang kejam. berpegang teguhlah hanya pada Agama Alloh SWT. karena cuman dari situ sumber kebenaran yang hakiki.

 

besok jumat yeay!

Gatot Subroto pukul 5.35 sore, sambil menanti dirinya (baca: menanti jalanan tidak macet)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s