afternoon’s sweetness

a few weeks ago, he sent me a very sweet article from commaditya.com and i cried a river while reading this on my way going back home from doing routines, and then suddenly i missed my father so bad at home.

here’s the article.

Kepada Ayah dari Perempuan yang Kelak akan Kutemani Sepanjang Hidupnya

Kepada ayah dari perempuan yang kelak akan kutemani sepanjang hidupnya, aku ingin bercerita. Aku dan gadis kecilmu bertemu di sebuah taman bunga di pikiran yang kami rangkai sendiri. Pada pertama kalinya mataku bertamu di matanya, waktu bergerak sedemikian lambat. Kemudian ketika senyumku mengetuk senyumnya, kebahagiaanku menemukan rumah. Keajaiban seperti ini tidak terjadi setiap hari. Maka ijinkan aku berterima kasih, telah memberinya mata yang sedemikian cerah, dan senyum yang bersahabat.

Kepada ayah dari perempuan yang kelak akan kutemani sepanjang hidupnya, aku ingin bersaksi. Bagaimana dia merespon setiap kata-kata yang kuucapkan, dan bagaimana dia memberiku salam yang begitu hangat–sangat menyenangkanku. Dan di dalam pikirannya kutemukan jejak-jejak yang telah kau pahat dan tebing-tebing curam yang harus kudaki sebelum mendapatkan hatinya. Aku tak pernah dan tak ingin menyerah menjalaninya. Aku merasakan dirimu mengalir dalam darahnya. Terima kasih telah mendidiknya menjadi perempuan yang luar biasa. Terima kasih telah membentuk pribadinya yang kokoh dan mandiri. Aku merasakan kasih sayangmu kepadanya lewat pesan-pesan yang dia katakan kepadaku, yang merupakan terusan kata-kata yang pernah kau berikan untuk membentenginya dari lelaki-lelaki brengsek yang pernah kau tahu. Namun sejak dia bersedia untuk kucintai, aku telah berjanji pada diriku sendiri untuk membantumu mencintai dan menjaganya.

Kepada ayah dari perempuan yang kelak akan kutemani sepanjang hidupnya, anak gadismu pernah patah hati dan aku tidak ingin menambahnya lagi. Maka aku ingin memberinya bahagia, seperti kau pun ingin dia bahagia. Akan kutemani gadis kecilmu menjalani kesulitannya. Kuberikan seluruh pundakku untuk pikiran-pikirannya atau lenganku untuk kantuk-kantuk kecil yang membebaninya. Kukucurkan seluruh keringatku untuk menjaganya tetap tersenyum; karena kuyakin, senyumnya adalah senyummu juga.

Kepada ayah dari perempuan yang kelak akan kutemani sepanjang hidupnya, kau dan aku mencintai perempuan yang sama. Kumohon restu untuk jalan kami, agar baik perjalanan ini. Beri aku petunjuk, jika kami mulai kehilangan arah. Aku pun sepertimu, yang merasa sakit ketika dia tersakiti. Yang ingin melindungi, dari tangkai-tangkai berduri. Aku pun ingin sepertimu, yang berbagi nafas dengannya.

Kepada ayah dari perempuan yang kelak akan kutemani sepanjang hidupnya, kelak, aku dan dia akan mempertemukanmu dengan kebahagiaan lain. Terima kasih telah menitipkan cara mendidik anak kami lewat caramu mendidiknya, setidaknya kami punya bekal untuk mengahadapi kehidupan baru. Tapi, maafkanlah jika mereka belum cukup sopan untuk tidak memainkan rambut putihmu. Mereka hanya terlalu senang bertemu lagi dengan kakeknya.

Terima kasih, Ayah.

I just love how he try to take over my father’s responsibility to take a good care of me, not just for once,but everytime. and i just love how he took our relationship so seriously from the beginning. and that’s how a man supposed to do. 

semoga Alloh meridhoi jalanku dengannya. Aamiin :’)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s