Mt. Papandayan, Garut

hallo semua…saya baru saja turun dari Papandayan minggu lalu.. mau bagi-bagi sedikit cerita perjalanan ke garut dan pendakian ke Papandayan yang asoy geboy cihuy yahud.

okay,berawal dikarenakan gaya hidup warga jakarta yang selalu akan meninggalkan jakarta saat ada long weekend maka saya mau tidak mau harus mengikuti gaya hidup seperti itu juga *padahal tidak ada yang memaksa untuk seperti itu, fyuh*, dan dikarenakan juga ada ajakan hiking yang cukup menarik dari adik2 kelas seperguruan kampus gajah, berangkatlah saya ke GARUT, the city of dodol *ternyata bahasa inggrisnya dodol itu lunkhead* naon etaaa #@$%^&*!

untuk sampai ke Garut dengan transportasi umum, anda-anda semua bisa menggunakan bis *maaf ini jadi nyebut merk* Primajasa, pool nya ada di Cililitan (sebelah BKN) dan di Lebak Bulus. Bisnya nyaman ber-AC, dan harga tiketnya cukup murah meriah untuk perjalanan sejauh itu, hanya Rp.35.000 -, perjalanan normal Jakarta- Garut ditempuh dalam waktu 4-5 Jam, nah berhubung minggu lalu itu long weekend jadilah saya macet2an 7.5 jam. ulalaaaa… sesampainya di Garut disambut dengan hujan yang romantis *sayang sendirian kesananya*, sesampainya di terminal Garut (terminal Guntur) perjalanan dilanjutkan menggunakan ‘angkot’ jurusan Cikajang, jangan lupa minta diturunkan di Alun-alun Cisurupan. sekali lagi saya tegaskan saya berangkat sendirian ke Garut, hahah karena adik2 kelas saya berangkat dari bandung semua tidak ada yang dari Jakarta, dan Alhamdulillah sesampainya di terminal Garut bertemu teman-teman baru yang mau hiking ke Papandayan juga.  God is good.

Angkot jurusan Cikajang ini tarifnya Rp.5.000 (menurut narasumber asli Garut) tapi karena kami-kami ini masi muda belia jadi dikenakan tarif Rp.10.000 *padahal ga ada hubungannya tarif angkot dengan umur, syalalala*, perjalanan dari terminal Garut ke Alun-alun Cisurupan memakan waktu kurang lebih 1 jam *ngapain juga waktu dimakan sih -_-*, nah dari situ kami naik mobil bak terbuka untuk menuju ke base camp Papandayan yang diberinama ‘Camp David’, dengan tarifnya Rp.100.000/mobil. saat itu waktu sudah menunjukan pukul 17.30 WIB dengan cuaca yang hujan membahana badai menggelegar. duarr jam 18.00 sampailah di basecamp. lalu ngopi-ngopi makan-makan, jam 19.00 memulai pendakian. yuhuuu..

sebaiknya trekking ke Papandayan ini dilakukan siang hari, karena pemandangannya akan sangat ajib!, tapi apa bolehbuat karena kemacetan tol cipularang yang jahanam, jadilah baru malam hari bisa trekking. Papandayan ini memiliki beberapa kawah yang masih aktif, jadi jangan lupa bawa masker karena bau belerang cukup menyengat. oke bray?. trekking untuk sampai tempat camping kurang lebih ditempuh 2-3 jam, jam 21.00 sampailah kami di sebuah dataran yang diberi nama Pondok Saladah (2288 mdpl).

beruntung saat trekking hujan sudah berhenti, dan ternyata sesampainya di Pondok Salada langit ceraahhhh… masak-masak makan-makan canda-ria api unggun udara dingin,, melepas penat lelah rutinitas sehari-hari .  malam pun kian larut dan kami semua menyusup ke dalam tenda dan sleeping bag masing-masing. oh life. Thank God.

tereret jam 4 pagi kami bangun untuk siap2 hunting sunrise. kamera, jaket, sarung tangan siap!!

Sunrise Papandayan

Sunrise Papandayan 30 Maret 2013

me and the beautiful Mt.Cikuray behind

me and the beautiful Mt.Cikuray behind

thanks brader

thanks brader

setelah puas memanjakan mata melihat matahari nongol dan dikarenakan perut sudah keroncongan kami pun kembali ke camp untuk sarapan dan siap-siap summit attack. yeah.

Pondok Salada in the morning

Pondok Saladah in the morning

ready for summit attack

ready for summit attack

setelah makan-makan beres-beres jemur-jemur yang basah-basah kami pun siap berangkat menuju puncak yang katanya membutuhkan waktu kurang lebih 1-2 jam. blubububub…

hutan mati

hutan mati

tapi ternyata dikarenakan longsor dan cuaca yang sangat berkabut maka kami memutuskan untuk tidak menyelesaikan pendakian sampai pucak, tetapi hanya sampai padang Edelweis yang luar biasa indahnya di ketinggian 2500 mdpl (puncak Papandayan 2622 mdpl). 

Surga Edelweis Tegal Alun ini benar-benar luas dan sepanjang mata memandang hanya membentang edelweis-edelweis baik yang sudah mekar ataupun yang belum mekar. benar-benar surga dunia. Life is Good.

heaven on earth

heaven on earth

smiling in the middle of heaven

smiling in the middle of heaven


Subhanallah… bisa menikmati keindahan ciptaan Tuhan seperti itu benar-benar luar biasa, ahh rasanya tidak ingin kembali ke jakarta untuk menjalani rutinitas, tapi salah satu bentuk rasa syukur atas kehidupan yang Tuhan berikan juga adalah dengan menjalani kehidupan sehari-hari yg penat dengan rasa syukur. jam 12 siang kami memutuskan untuk turun karena cuaca juga sudah mendung-mendung centil. jam 14.00 kami sampai dibawah (Camp David) dan langsung siap2 pulang menuju kota.

883377_10200793099768246_588545075_o

sekian kicauan merdu saya tentang Papandayan.. stay tune on my blog for other mountaineering stories… bye!

see you guys!

see you guys!

photo by me and Reni Purnama Sari

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s